Baca Juga

                                      Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi membagikan masker untuk warga`



Sukabumi, indometo.id - Mulai tanggal 1 Mei, warga yang masuk Kota Sukabumi diwajibkan menggunakan masker. Menjelang hari tersebut, Pemkot Sukabumi dan tim gabungan akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan membagikan masker secara gratis.
Sosialisasi digelar sejak sejak Selasa (28/4/2020) kemarin hingga Kamis (30/4/2020). Setelah itu sanksi tegas akan diberlakukan. Dikutip detikcom dari laman online Humas dan Protokol Kota Sukabumi, sanksi yang akan diberlakukan yaitu tidak diperkenankan masuk Kota Sukabumi dan diminta kembali.
"Mulai Jumat 1 Mei 2020, masuk Kota Sukabumi wajib menggunakan masker,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Rabu (29/4/2020).Menjelang pelaksanaan aturan tersebut, Pemkot Sukabumi bersama personel TNI, Kodim 0607, kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan memberhentikan pengguna kendaraan dan warga melintas yang tidak memakai masker dan memberikan masker secara cuma-cuma.
"Petugas akan melakukan pengecekan di pintu masuk atau cek poin bersama Polres Sukabumi Kota dan ditambah khusus kawasan Ahmad Yani akan sangat diperketat dalam pergerakan manusia," lanjutnya.Ada enam pos pengamanan (Pam) dan cek point yakni Sukalarang, Cemerlang, Lembursitu, ex Giant Ciandam, Jubleg Baros, dan ujung Jalur Cibeureum. Sementara cek poin di tengah kota dilakukan di kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi.
Dijelaskan Fahmi, baik pemerintah maupun WHO dan CDC sempat mengimbau masyarakat yang sehat untuk tidak memakai masker ketika berkegiatan di luar. Masyarakat cukup menjaga jarak dan rajin mencuci tangan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Namun, imbauan berubah seiring dengan ditemukannya banyak kasus COVID-19 tanpa gejala. Penggunaan masker dapat mencegah orang yang terinfeksi namun tanpa gejala menyebarkan virus ketika berbicara, batuk, atau bersin.
Virus Corona berukuran sangat kecil dengan diameter 0,1 mikrometer. Dengan ukuran sekecil itu, sebenarnya virus ini sulit terperangkap pada kain. Artinya virus ini bisa lolos melewati serat-serat kain.
Tetapi virus tersebut mudah menular ketika tertahan pada tetesan air atau lendir yang keluar ketika kita berbicara, batuk, atau bersin. Masker dapat menahan tetesan atau droplet tersebut sehingga kita tidak langsung terkena virus. Masker juga dapat mengurangi jumlah mikroorganisme yang keluar ketika seseorang batuk.

Sumber : detiknews